Selasa, 06 November 2007

ARTI SEBUAH KEBEBASAN

Oleh : Ridwan Hardiawan S.Psi

Pada tahun 1998 menggelegaklah semua keterhimpitan, ketidakbebasan, pembredelan dan segala sesuatu yang menghambat ketidakleluasan rakyat terhadap apa yang namanya Aspirasi, timbulah bentuk reformasi disegala bidang yang dimulai oleh kaum mahasiswa dan menyebar keseluruh [elosok Negeri ini.

Reformasi memiliki harga yang mahal dinegeri ini dengan gugurnya para pejuang reformasi dan tewasnya rakyat tidak berdosa, mereka gugur untuk negara ini bukan untuk sebuah kesia-siaan. Waktu bergulir zaman berganti, arti sebuah reformasi menjadi bias dengan arti kebebasan.

Reformasi pers ditandai dengan kebebasan pers yang pada akhirnya bergulirlah media-media dengan gambar para perempuan muda dengan busana yang sangat minim yang mengundang birahi, infotainment dengan berita gunjingan para pesohor negeri yang sibuk kawin-cerai, dan gaya hidup yang hedonis menjadi komoditi pers yang “menjual”, para politikus yang sibuk bermain “politik kepentingan” berbicara layaknya manusia sempurna.

Rakyat yang berdemonstrasi entah membela siapa, gontok-gontokan berkelahi entah mendukung yang mana, para politikus muda berbicara entah apa tujuannya, sehingga terkadang kita menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah.

Para pemuda semakin tidak mengenal siapa figur yang menjadi panutan, mereka sibuk dengan gaya hidup yang serba praktis, prestise, dan bahkan apatis. Sehingga mencari kesenangan dengan cara mereka sendiri, lihatlah fenomena belakangan ini jumlah pemakai Narkoba meningkat drastis sejak tahun 1998 hampir dua kali lipatnya bertambah setiap tahun, pergaulan bebas yang mengakibatkan remaja hamil diluar nikah bahkan pengguguran kandungan mencapai angka yang fantastis beberapa tahun belakangan ini, dan angka pengidap HIV AIDS semakin bertambah, baik melalui hubungan seks maupun melalui jarum suntik Narkoba.

Yang saat ini menjadi sorotan adalah kasus gank motor di Jawa Barat tepatnya di Bandung dan sekitarnya yang sangat meresahkan, mereka memiliki motto berani melawan orangtua, berani melawan aparat, dan berani melakukan tindakan kriminal, mereka sudah menelan korban tewas sampai pertangahan tahun 2007 saja 3 orang tewas dibantai oleh gank motor tersebut. Mereka mengartikan kebebasan secara salah kaprah, antikemapanan, dan antisosial

Sejarah membuktikan bahwa setiap perubahan membutuhkan pengorbanan tetapi pengorbanan bukan untuk suatu kesia-siaan tetapi untuk pengorbanan, Restorasi Meiji merubah Jepang dari negara tradisional menjadi negara industri yang membutuhkan pengorbanan para tentara kerajaan yang tidak rela negaranya berubah tetapi saat ini semua rakyat jepang merasakan perubahan tersebut sangat menguntungkan. Bagaimana di Indonesia kita sudah terlalu lama tenggelam dalam eforia kebebasan tanpa kendali, apa yang kita butuhkan dalam mengendalikan perubahan ini :


1. Siapkan para pemimpin yang dapat menjadi figur masyarakat dimana kehidupannya bersahaja, keluarganya memberikan inspirasi bagi kepada seluruh keluarga diseluruh bangsa Indonesia, tutur katanya dapat dipercaya, ketaqwaannya tidak diragukan, pendidikannya memadai bagi kepemimpinannya.

2. Letakan Hukum sebagai panglima tertinggi di negeri ini, ciptakan kepastian hukum bagi rakyat, jauhkan hukum dan perangkatnya dari KKN, nilai yang mahal dari suatu produk hukum adalah kekonsistenan dari suatu produk hukum.

3. Realisasikan dana pendidikan sebesar 20 % dari APBN agar dapat tercipta pendidikan Indonesia yang berkualitas sehingga dapat menghapuskan anak putus sekolah dan buta huruf di Indonesia.

4. Ciptakan Agama sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

5. Gunakan Media baik cetak, Internet, radio atau televisi sebagai sarana pendidikan dan bukan sebagai propaganda suatu kepentingan, acara-acara yang mubazir, dan menebar aurat.

6. Lindungilah Keluarga dengan sanak saudara dari ancaman kebebasan yang kebablasan dengan agama dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.


Ya Alloh, Ya Rabb Kami lindungilah bangsa ini dari azabMu ya Alloh, berikanlah kami setetes hidayahMu agar hamba dapat melangkah dijalanmu, lindungilah keluarga kami dari segala malapetaka dan marabahaya dunia.

1 komentar: